Minggu, 13 April 2014

LAPORAN PRAKTIKUM MENGUKUR BESAR ENERGI MATAHARI DI PANTAI BARU



MENGUKUR BESAR ENERGI MATAHARI DI PANTAI BARU
I.       Tujuan                :  
Mengukur besarnya energi matahari di Pantai Baru, Bantul pada saat itu
II.     Dasar Teori
Benda Hitam
Dalam fisika, benda hitam (black body) adalah obyek yang menyerap seluruh radiasi elektromagnetik yang jatuh kepadanya (Anonim, 2013). Secara teori benda hitam haruslah memancarkan seluruh panjang gelombang energi yang mungkin, karena dari sinilah energi benda itu dapat diukur.
Meskipun namanya benda hitam, hal ini tidak harus benar-benar berwarna hitam karena dia juga memancarkan energi. Jumlah dan jenis radiasi elektromagnetik yang dipancarkannya bergantung pada suhu benda hitam tersebut. Sebagai contoh, benda hitam dengan suhu di bawah sekitar 700 Kelvin hampir semua energinya dipancarkan dalam bentuk gelombang inframerah, sangat sedikit dalam panjang gelombang tampak. Semakin tinggi temperatur, semakin banyak energi yang dipancarkan dalam panjang gelombang tampak dimulai dari merah, jingga, kuning dan putih.

Perpindahan Kalor Secar Radiasi
Perpindahan kalor secara radiasi merupakan perpindahan panas yang terjadi tanpa melalui zat perantara. Contohnya, radiasi matahari, cahaya api, dan sebagainya. Secara matematis perpindahan kalor secara radiasi adalah sebagai berikut.
W = e . σ . T4
                Keterangan :
                W           : energi yang dipancarkan atau diserap per satuan waktu (Joule/ sm2 atau watt/m2)
σ             : konstanta umum Stefan-Boltzman (5,67 x 10-8 watt/m2 K4)
T             : suhu mutlak Kelvin
E             : emisivitas permukaan (0 ≤ e ≤ 1)
Emisivitas benda (e) menyatakan seberapa besar pancaran radiasi kalor suatu benda dibandingan dengan benda hitam sempurna dan besarnya bergantung pada sifat permukaan benda. Harga emisivitas benda hitam sempurna e=1. Untuk benda-benda lain harga koefisien emisivitasnya lebih kecil dari satu dan untuk benda yang berwarna putih sempurna maka harga emisivitasnya sama dengan 0.
Energi yang dipancarkan oleh sebuah benda dalam satu Joule ditetukan melalui persamaan:
E= e. Σ . T4 . A . t
                Keterangan:
                A             = luas permukaan benda (m2)
                t              = lama waktu emisi energi (sekon)

III.  Alat dan Bahan  :
a.       Pasir Besi                 secukupnya
b.       Magnet                                      1 buah
c.       Kertas Karbon                       1 buah
d.       Stopwatch                               1 buah
e.       Penggaris                                 1 buah
f.        Termometer wes 1 buah
g.       Kamera                                     1 buah
h.       Pulpen                                      1 buah
i.         Kertas                                        1 lembar

IV.       Langkah Kerja  :       
1.      Carilah pasir besi di pantai dengan menggunakan magnet (magnet di bungkus plastik agar mudah membersihkannya) secukupnya.
2.      Letakkan pasir besi secara merata diatas selembar kertas yang telah di ukur luasnya permukaannya.
3.      Jemurlah pasir besi di bawah terik matahari dengan waktu : 5, 10, 15, 20, 25, 30 (menit). Kemudian ukurlah suhunya untuk setiap selang waktu
4.      Hitunglah besar energi matahari dengan persamaan : W= e.σ.T4.A.t ( untuk benda hitam sempurna e= 1 dan pasir besi dapat dianggap sebagai benda hitam sempurna, σ=5,56 x 10-8)
5.      Masukkan data-data percobaan dan pengamatan ke dalam tabel
V.          Hasil Pengamatan   :
No
Nama
t
(sekon)
T=oC+273
(Kelvin)
A (meter2)
W (Joule)
1

0
309
0,0336

2
Esti
300
319
0,0336
5803,6
3
Hanifah
600
321
0,0336
11901,05
4
Nirma
900
323
0,0336
18300,66
5
Hastri
1200
324,5
0,0336
24857,3
6
Nurul
1500
325
0,0336
31263,58
7
Ifti
1800
325
0,0336
37516,30

Berdasarkan tabel diatasa, hal itu menunjukkan bahwa semakin bergesernya waktu (siang) atau semakin lama penjemuran pasir besi, suhu semakin bertambah. Hal itu akan berpengaruh terhadap besarnya energi matahari pada pasir besi.
VI.       Perhitungan dan Pembahasan  :
Berdasarkan tabel pengamatan, hasil perhitungan energi matahari dapat dilakukan dengan langkah berikut ini.
1.       Besar energi matahari dalam waktu 300 sekon dengan suhu 319 Kelvin
W = e.σ.T4.A.t
     = 1 x 5,56 x 10-8 x (3,19 x 102)4x 3,36 x 10-2x 3 x 102
     = 5803,6 Joule

2.       Besar energi matahari dalam waktu 600 sekon dengan suhu 321 Kelvin
W                = e.σ.T4.A.t
      = 1 x 5,56 x 10-8 x (3,21 x 102)4 x 3,36 x 10-2x 6 x 102
= 11901,05 Joule

3.       Besar energi matahari dalam waktu 900 sekon dengan suhu 323 Kelvin
W                = e.σ.T4.A.t
      = 1 x 5,56 x 10-8 x (3,23 x 102)4x 3,36 x 10-2x 9 x 102
      = 18300,66Joule

4.       Besar energi matahari dalam waktu 1200 sekon dengan suhu 324,5 Kelvin
W                = e.σ.T4.A.t
      = 1 x 5,56 x 10-8 x (3,245 x 102)4x 3,36 x 10-2x 12 x 102
= 24857,3Joule

5.       Besar energi matahari dalam waktu 1500 sekon dengan suhu 325 Kelvin
W                = e.σ.T4.A.t
      = 1 x 5,56 x 10-8 x (3,25 x 102)4x 3,36 x 10-2x 15 x 102
      = 31263,58 Joule

6.       Besar energi matahari dalam waktu 1800 sekon dengan suhu 325 Kelvin
W                = e.σ.T4.A.t
      = 1 x 5,56 x 10-8 x (3,25 x 102)4x 3,36 x 10-2x 18 x 102
      = 37516,30 Joule
Berikut grafik berdasarkan perhitungan besarnya energi matahari di Pantai Baru selama 1800 sekon.
Grafik 1. Laju Peningkatan Energi Matahari di Pantai Baru
Berdasarkan grafik diatas, dapat diketahui benar adanya bahwa semakin lama dan siang waktu (suhu bertambah) penjemuran pasir besi, semakin tinggi energi yang dihasilkan dari radiasi matahari.
VII.            Kesimpulan            :
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :
a.       Pasir besi adalah benda yang dapat di tarik oleh magnet dan merupakan benda hitam yang dapat menyerap dan menghasilkan energi dari radiasi matahari dengan baik.
b.       Semakin ama pasir besi terkena cahaya matahari, semakin tinggi suhunya.
c.       Semakin besar suhu mempengaruhi banyaknya besar energi matahari.
VIII.          Saran           :
Berdasarkan langkah kerja, hasil pengamatan dan kesimpulan, maka saran kami sebagai berikut:
1.       Sebaiknya sebelum para siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa, guru mata pelajaran dan guru pembimbing mem
2.       beri pengarahan dan penentuan tempat yang digunakannya penelitian, serta cara mengerjakan yang lebih detail.
3.       Bagi pemerintah, pasir di Pantai Baru dan pantai lainnya di Yogyakarta banyak yang yang mengandung pasir besi, ada baiknya bila pasir pantai di manfaatkan dengan baik, salah satunya sebagai sumber energi panas.
Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Benda hitam. http://id.wikipedia.org/wiki/Benda_hitam, diakses pada :  17 Maret 2014 pukul 08.09 WIB.

Anonim, 2011. Fisika untuk SMA/MA kelas X. Surakarta : Fokus-Sindunata

Tidak ada komentar: